Home / Olahraga / Evandra Florasta Minta Maaf atas Kekalahan Indonesia U17 dari Zambia, Janji Bangkit Lawan Brasil

Evandra Florasta Minta Maaf atas Kekalahan Indonesia U17 dari Zambia, Janji Bangkit Lawan Brasil

Evandra Florasta Minta Maaf Usai Kekalahan dari Zambia, Janji Fokus Hadapi Brasil di Piala Dunia U17

Doha — Langkah Timnas Indonesia U17 di ajang Piala Dunia U17 2025 harus dimulai dengan catatan pahit. Skuad muda Garuda Muda harus mengakui keunggulan Zambia dengan skor 1-3 dalam pertandingan Grup H yang berlangsung di Aspire Academy, Doha, Selasa malam waktu setempat.

Meski sempat unggul lebih dulu lewat gol Muhammad Zahaby Gholy, Indonesia tak mampu mempertahankan keunggulan dan justru kebobolan tiga kali sebelum babak pertama berakhir. Kekalahan ini langsung menjadi sorotan publik, terlebih karena performa tim sempat menjanjikan di awal laga.

Salah satu pemain yang tampil menonjol dalam pertandingan tersebut, Evandra Florasta, dengan rendah hati menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pendukung timnas Indonesia.

“Pertandingan ini sangat dramatis. Kami sebenarnya sudah mempelajari dan mengantisipasi pola serangan Zambia, tapi kami kehilangan fokus di tengah pertandingan. Saat sudah unggul, kami tidak bisa menjaga konsentrasi. Saya pribadi, beserta seluruh tim, minta maaf karena tidak bisa mempertahankan keunggulan itu,” ujar Evandra di area mixed zone usai pertandingan.


Awal yang Menjanjikan, Akhir yang Mengecewakan

Di awal laga, Garuda Muda tampil penuh semangat. Gaya bermain cepat dan pressing tinggi yang diterapkan pelatih Nova Arianto membuat Zambia kesulitan membangun serangan. Hasilnya, pada menit ke-17, Gholy berhasil membuka keunggulan Indonesia melalui skema serangan balik cepat yang rapi.

Sayangnya, setelah unggul, permainan Indonesia mulai goyah. Koordinasi lini belakang tidak berjalan mulus, dan beberapa kali kehilangan bola di area tengah dimanfaatkan Zambia untuk membalikkan keadaan. Dua gol cepat dari Zambia sebelum jeda babak pertama membuat mental para pemain muda Indonesia sedikit terguncang.

“Kami sebenarnya sudah siap. Namun mungkin faktor pengalaman dan konsentrasi jadi kunci. Begitu mereka menyamakan kedudukan, permainan kami menurun. Fokus hilang, komunikasi antar pemain juga berkurang,” jelas Evandra.


Pesan Tegas dari Pelatih Nova Arianto: “Percaya Diri, Jangan Takut Salah”

Di babak kedua, pelatih Nova Arianto berupaya membangkitkan semangat anak asuhnya. Menurut Evandra, Nova memberi pesan keras namun membangun di ruang ganti. Ia menekankan bahwa mentalitas dan kepercayaan diri sama pentingnya dengan strategi di lapangan.

“Coach Nova bilang, percuma kalau kita sudah menyiapkan taktik dan strategi, tapi tidak berani dan tidak percaya diri di lapangan. Dia minta kami bermain lepas, berani, dan jangan takut salah,” ungkap Evandra, gelandang muda yang kini membela Bhayangkara Presisi FC itu.

Perubahan itu sempat terlihat di paruh kedua pertandingan. Indonesia bermain lebih agresif, menekan lawan, dan berusaha menciptakan peluang lewat sisi sayap. Namun, Zambia yang tampil lebih tenang berhasil menambah satu gol lagi dan menutup pertandingan dengan skor akhir 3-1.


Evandra: “Kami Harus Belajar dan Bangkit”


Meski kecewa, Evandra menegaskan bahwa kekalahan dari Zambia bukan akhir segalanya. Baginya, hasil ini adalah pelajaran berharga yang harus dijadikan motivasi untuk tampil lebih baik di laga berikutnya.

“Kami semua sedih, tapi tidak boleh larut terlalu lama. Malam ini kami boleh menyesal, tapi besok harus fokus lagi. Kami masih punya dua pertandingan penting melawan Brasil dan Honduras,” ucap pemain berusia 17 tahun itu dengan nada tegas.

Evandra juga mengaku bahwa seluruh tim sudah berkomitmen untuk memperbaiki komunikasi dan mentalitas di lapangan. Menurutnya, mental juara tidak hanya dibangun lewat kemenangan, tetapi juga lewat kemampuan bangkit dari kekalahan.


Brasil Menunggu: Ujian Berat Selanjutnya

Tantangan besar sudah menanti Indonesia di laga kedua Grup H. Brasil, yang di pertandingan sebelumnya menang telak 7-0 atas Honduras, menjadi lawan berikut yang akan dihadapi di Doha pada Jumat, 7 November 2025.

Brasil saat ini memuncaki klasemen sementara Grup H dengan tiga poin dan selisih gol fantastis. Tim Samba muda itu menampilkan permainan cepat, penuh teknik, dan efisien di depan gawang. Melihat performa tersebut, banyak pihak menilai laga melawan Brasil akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mental dan daya tahan para pemain muda Indonesia.

Namun, bagi Evandra dan rekan-rekannya, laga melawan raksasa Amerika Selatan itu bukan untuk ditakuti, melainkan dijadikan momentum untuk membuktikan karakter dan keberanian timnas muda Indonesia.

“Kami tahu Brasil lawan berat. Tapi di sepak bola, tidak ada yang mustahil. Kami akan berjuang, bermain tanpa rasa takut, dan mencoba tampil lebih kompak. Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia bisa bersaing,” tambah Evandra penuh optimisme.


Evaluasi dan Harapan untuk Pertandingan Berikutnya

Pelatih Nova Arianto juga mengakui bahwa timnya masih perlu banyak pembenahan, terutama dalam hal konsentrasi dan pengambilan keputusan di lini belakang. Meski demikian, Nova tetap memuji semangat juang para pemain muda Indonesia yang terus berusaha hingga peluit akhir.

Sementara itu, dukungan besar datang dari masyarakat Tanah Air. Banyak warganet memberikan semangat kepada timnas U17 melalui media sosial, meminta agar pemain tidak terlalu keras menyalahkan diri sendiri dan tetap fokus menghadapi laga berikutnya.

Bagi para pendukung Garuda Muda, turnamen ini bukan hanya tentang hasil akhir, tetapi tentang perjalanan membentuk generasi pesepak bola masa depan Indonesia.


Menantang Brasil, Menatap Masa Depan

Kekalahan dari Zambia menjadi pelajaran berharga yang akan menempa mental para pemain muda Indonesia. Mereka masih memiliki dua laga penting di fase grup — menghadapi Brasil pada 7 November dan Honduras pada 10 November 2025.

Jika mampu tampil lebih solid dan berani, peluang untuk melangkah ke fase gugur tetap terbuka. Tim ini memiliki potensi besar, dengan talenta muda seperti Evandra Florasta yang menunjukkan dedikasi tinggi dan jiwa kepemimpinan di usia muda.

“Kami janji akan berjuang lebih keras. Kami tahu dukungan masyarakat Indonesia luar biasa. Doakan kami agar bisa tampil lebih baik dan membawa kebanggaan bagi bangsa,” tutup Evandra dengan mata yang penuh semangat.


Penutup: Harapan Baru dari Generasi Garuda Muda

Perjalanan timnas Indonesia U17 di Piala Dunia ini menjadi simbol semangat juang generasi baru sepak bola Tanah Air. Kekalahan bukan akhir, melainkan awal dari proses panjang menuju kedewasaan di panggung internasional.

Dengan kerja keras, disiplin, dan dukungan publik yang terus mengalir, tim muda Indonesia diyakini mampu bangkit dan memberikan kejutan.

Sebagai media yang konsisten menghadirkan berita olahraga nasional dan internasional secara mendalam, Berita Viral Detik akan terus mengabarkan perkembangan Garuda Muda di ajang dunia — membawa semangat optimisme untuk masa depan sepak bola Indonesia.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *