Raja Charles III Resmi Cabut Gelar Pangeran Andrew di Tengah Skandal Epstein
Moskow – Berita Viral Detik. Dunia monarki Inggris kembali diguncang. Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern kerajaan, Raja Charles III secara resmi mencabut gelar pangeran dan kehormatan kerajaan dari adiknya sendiri, Andrew Mountbatten Windsor, yang lebih dikenal sebagai Pangeran Andrew, Duke of York.
Keputusan besar ini diumumkan secara resmi melalui The Gazette, jurnal catatan pemerintahan Inggris, pada Kamis (6/11/2025). Dalam dokumen tersebut tertulis bahwa Andrew tidak lagi berhak menggunakan gelar kebangsawanan, sebutan “His Royal Highness” (Yang Mulia), maupun segala atribut kehormatan yang melekat pada status pangeran.
Akhir dari Sebuah Gelar Kebangsawanan
Langkah tegas Raja Charles III ini bukan tanpa alasan. Dalam surat keputusan kerajaan atau “Royal Patent Letter” yang ditandatangani pada 3 November 2025, dijelaskan bahwa:
“Andrew Mountbatten Windsor tidak lagi berhak menyandang atau memakai gaya, gelar, atau atribut ‘Yang Mulia’, maupun kehormatan bergelar ‘Pangeran’.”
Keputusan tersebut menandai berakhirnya status kebangsawanan resmi Pangeran Andrew, sekaligus mempertegas sikap Raja Charles terhadap prinsip tanggung jawab moral dan reputasi kerajaan di mata publik.
Sebelumnya, Andrew telah kehilangan banyak gelar kehormatan, termasuk jabatan militer dan patronase kerajaan, setelah serangkaian skandal yang mencoreng nama baik monarki Inggris. Namun, pencabutan gelar pangeran secara penuh ini dianggap sebagai puncak dari hukuman sosial dan politik yang dijatuhkan terhadap dirinya.
Skandal yang Mengguncang Istana
Nama Pangeran Andrew mulai menjadi sorotan publik sejak terungkapnya hubungan dekatnya dengan Jeffrey Epstein, pengusaha Amerika Serikat yang dikenal sebagai pelaku perdagangan seks dan eksploitasi perempuan di bawah umur.
Salah satu korban, Virginia Giuffre, mengaku bahwa ketika ia masih berusia 17 tahun, ia pernah dipaksa berhubungan seksual dengan Pangeran Andrew di sebuah rumah mewah di London.
Pernyataan tersebut menjadi berita internasional besar dan menimbulkan kecaman luas terhadap kerajaan.
Tragedi Setelah Skandal
Kabar mengejutkan datang pada April 2025, ketika Virginia Giuffre ditemukan meninggal dunia di Australia Barat pada usia 41 tahun.
>Polisi menyebut kematiannya sebagai kasus tragis tanpa indikasi kriminal, namun publik menilai hal itu menambah babak kelam dalam kisah panjang skandal Epstein dan para tokoh berpengaruh yang terlibat di dalamnya.
Dengan wafatnya Giuffre, kasus hukum Andrew memang tidak lagi memiliki tuntutan pribadi. Namun dampak reputasi dan kepercayaan publik terhadapnya sudah runtuh sepenuhnya.
Banyak pengamat kerajaan menilai bahwa Raja Charles III mengmbil keputusan ini demi menjaga kredibilitas dan moralitas institusi monarki Inggris, terutama setelah serangkaian isu etika dan citra yang menimpa keluarga kerajaan dalam beberapa tahun terakhir.
Hubungan dengan China dan Sorotan Politik
Selain tuduhan pelecehan seksual, Pangeran Andrew juga dikritik atas hubungan bisnis dan diplomatiknya dengan sejumlah pejabat dan pengusaha dari China.
>Laporan-laporan menyebutkan bahwa ia kerap terlibat dalam pertemuan yang dianggap tidak sesuai dengan protokol kerajaan, bahkan diduga memanfaatkan statusnya untuk kepentingan pribadi.
Hubungan ini menimbulkan ketegangan diplomatik di dalam tubuh pemerintahan Inggris, yang semakin menambah tekanan kepada Raja Charles untuk mengambil sikap tegas terhadap sang adik.
Langkah pencabutan gelar ini pun menjadi bentuk nyata pemisahan antara urusan pribadi Andrew dan integritas institusi monarki.
Transformasi Monarki di Era Raja Charles III
Raja Charles III, yang dikenal dengan sikap reformis dan perhatian terhadap nilai moral publik, disebut sedang berupaya melakukan modernisasi citra monarki Inggris.
Ia berkomitmen untuk menjadikan kerajaan lebih transparan, relevan dengan masyarakat modern, dan bebas dari bayang-bayang skandal yang merusak kepercayaan publik.
Keputusan mencabut gelar pangeran dari Andrew diyakini akan menjadi preseden baru dalam sejarah kerajaan Inggris modern, menunjukkan bahwa bahkan anggota keluarga kerajaan pun ta-start=”5531″ data-end=”5587″>tidak kebal terhadap tanggung jawab moral dan hukum.
Masa Depan Andrew Setelah Gelar Dicabut
Pasca kehilangan seluruh status kerajaan, Andrew dilaporkan akan menarik diri dari kehidupan publik sepenuhnya.
Ia kini tinggal di kediaman pribadinya di Royal Lodge, Windsor, tanpa aktivitas resmi kerajaan.
Meskipun masih memiliki harta pribadi dalam jumlah besar, status sosialnya di kalangan bangsawan Inggris dianggap telah berakhir secara permanen.
Beberapa media Inggris juga melaporkan bahwa Putra Mahkota Pangeran William dan Ratu Camilla mendukung penuh keputusan Raja Charles, sebagai langkah pemulihan kepercayaan masyarakat terhadap monarki.
Sebagai media yang konsisten menghadirkan berita internasional, politik global, dan isu monarki dunia secara mendalam, Berita Viral Detik akan terus menyajikan informasi aktual seputar peristiwa besar yang membentuk arah dunia modern.





