Home / Internasional / Turki Keluarkan Surat Penangkapan untuk PM Israel Benjamin Netanyahu atas Dugaan Genosida di Gaza

Turki Keluarkan Surat Penangkapan untuk PM Israel Benjamin Netanyahu atas Dugaan Genosida di Gaza

Turki Resmi Keluarkan Surat Penangkapan untuk PM Israel Benjamin Netanyahu Atas Dugaan Genosida di Gaza

Istanbul — Dunia internasional kembali diguncang kabar besar setelah Kejaksaan Agung Istanbul di Turki secara resmi mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap 37 orang, termasuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, pada Jumat (7/11).
genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan yang dilakukan Israel selama operasi militernya di Jalur Gaza.

Menurut laporan resmi dari Kantor Kejaksaan Istanbul, keputusan tersebut diambil setelah penyelidikan mendalam terhadap serangan sistematis Israel terhadap warga sipil Gaza. Penyelidikan itu dipicu oleh berbagai laporan dan pengaduan dari para korban serta anggota organisasi kemanusiaan Global Sumud Flotilla, yang sebelumnya dihalangi oleh pasukan laut Israel saat berupaya mengirimkan bantuan kemanusiaan ke wilayah yang terkepung tersebut.

Dalam pernyataannya, pihak kejaksaan menegaskan bahwa bukti-bukti yang dikumpulkan menunjukkan adanya pola serangan yang terencana dan berulang terhadap target sipil, termasuk rumah sakit, sekolah, dan fasilitas kemanusiaan. Oleh karena itu, langkah hukum diambil untuk menuntut keadilan atas ribuan korban sipil yang kehilangan nyawa di Gaza sejak konflik berkecamuk pada 2023.


Reaksi Keras dari Israel

Menanggapi langkah hukum dari Turki, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa’ar langsung mengeluarkan pernyataan tegas melalui platform media sosial X (sebelumnya Twitter).

“Langkah ini tidak memiliki dasar hukum dan merupakan bentuk serangan terhadap kedaulatan Israel. Kami menolak keras tuduhan yang tidak berdasar ini,” tulis Sa’ar dalam unggahannya.

Pemerintah Israel hingga kini belum memberikan tanggapan resmi lebih lanjut, namun beberapa media internasional menyebut langkah Turki ini dapat memperburuk hubungan diplomatik kedua negara yang memang sudah lama tegang.


Erdogan: Tegas Mengutuk Aksi Israel di Gaza

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan selama ini dikenal sebagai salah satu kritikus paling vokal terhadap kebijakan Israel. Sejak dimulainya kampanye militer Israel di Gaza pasca serangan kelompok Hamas pada Oktober 2023, Erdogan secara konsisten mengecam tindakan Israel yang dianggap melanggar prinsip kemanusiaan internasional.

Erdogan bahkan beberapa kali menegaskan bahwa “tidak ada pembenaran bagi pembunuhan massal terhadap rakyat Palestina” dan menyerukan dunia internasional untuk bersatu menghentikan kekerasan.


Situasi Terkini di Gaza: Korban Terus Bertambah

Menurut data terbaru dari otoritas kesehatan Palestina, jumlah korban jiwa akibat agresi Israel di Gaza kini telah melampaui 68.000 orang, dengan mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak.
Selain korban jiwa, lebih dari 80% infrastruktur Gaza hancur, termasuk rumah sakit, sekolah, dan fasilitas air bersih.

Sementara itu, Israel mengklaim operasi militernya merupakan bentuk balasan terhadap serangan Hamas pada 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 warga Israel, berdasarkan laporan dari pihak keamanan Tel Aviv.

Namun, berbagai organisasi kemanusiaan internasional, termasuk Amnesty International dan Human Rights Watch, telah mengutuk keras serangan Israel dan menilai bahwa tindakan tersebut melanggar hukum humaniter internasional.


Turki Dorong Gencatan Senjata dan Keadilan Internasional

Sebagai salah satu negara yang aktif dalam diplomasi Timur Tengah, Turki kini berperan penting dalam mendorong perjanjian gencatan senjata di Gaza.
Dalam kesepakatan yang dicapai pada bulan lalu, Ankara disebut sebagai salah satu negara penjamin perdamaian bersama dengan Qatar dan Mesir.

Langkah Kejaksaan Istanbul ini pun dipandang sebagai bentuk konsistensi pemerintah Turki dalam menegakkan keadilan internasional, khususnya bagi rakyat Palestina yang selama ini menjadi korban konflik berkepanjangan.


Penutup: Dunia Menanti Langkah Selanjutnya

Dengan dikeluarkannya surat penangkapan terhadap Benjamin Netanyahu dan puluhan pejabat Israel lainnya, dunia kini menantikan bagaimana respons Israel dan komunitas internasional terhadap langkah hukum yang diambil Turki.

Apakah ini akan menjadi awal dari akuntabilitas global terhadap kejahatan perang di Gaza, atau justru menambah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah — waktu yang akan menjawab.

Untuk informasi terkini dan pembaruan berita internasional lainnya, terus ikuti Berita Viral Detik, media yang menyajikan kabar dunia terkini dengan analisis mendalam dan perspektif tajam.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *