Home / Internasional / KETEGANGAN THAILAND–KAMBOJA MEMANAS, MALAYSIA TAWARKAN PERUNDINGAN DAMAI BARU

KETEGANGAN THAILAND–KAMBOJA MEMANAS, MALAYSIA TAWARKAN PERUNDINGAN DAMAI BARU

KUALA LUMPUR – Situasi perbatasan Thailand dan Kamboja kembali memanas dalam beberapa hari terakhir. Konflik yang telah lama menjadi sengketa itu kembali pecah menjadi bentrokan terbuka, memicu evakuasi ratusan warga sekaligus menggoyahkan stabilitas kawasan. Melihat eskalasi yang meningkat, Malaysia resmi menawarkan perundingan damai baru setelah kesepakatan sebelumnya tidak mampu meredam konflik jangka panjang tersebut.


 Ketegangan Meningkat: Korban Jiwa dan Ranjau Darat Picu Ledakan Konflik

Ketegangan terbaru ini bermula dari insiden tragis yang terjadi pada Rabu (12/11/2025).
Dalam sebuah baku tembak di kawasan perbatasan sengketa, satu warga Kamboja dilaporkan tewas, sementara tiga orang lainnya mengalami luka serius. Insiden tersebut memicu reaksi keras dari kedua belah pihak.

Dua hari sebelumnya, sebuah ledakan ranjau darat menghantam patroli militer Thailand yang tengah bertugas di wilayah berbatasan. Salah satu tentara Thailand kehilangan satu kakinya akibat ledakan tersebut.

Thailand menuduh Kamboja sengaja menanam ranjau baru, yang menurut mereka merupakan bentuk pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Sebaliknya, Kamboja membantah tuduhan tersebut, menyebut bahwa area itu sejak lama merupakan zona rawan sisa-sisa ranjau dari konflik masa lalu.


 Gencatan Senjata Ditangguhkan


Merespons kejadian yang menewaskan warganya dan melukai tentaranya, Thailand secara resmi menangguhkan pelaksanaan gencatan senjata, yang sebelumnya dimediasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam KTT ASEAN bulan lalu.

Tidak hanya gencatan senjata yang digantung, Thailand juga mengajukan tuntutan resmi kepada Pemerintah Kamboja, antara lain:

  • permintaan maaf,

  • penyelidikan menyeluruh,

  • serta jaminan pencegahan agar insiden serupa tidak terulang.

Di sisi lain, Perdana Menteri Kamboja Hun Manet menyerukan penyelidikan independen untuk memastikan keadilan bagi para korban dan memverifikasi kebenaran kronologi.


 Ratusan Warga Dievakuasi ke Kuil Buddha

Tak lama setelah baku tembak terjadi, ratusan warga dari Desa Prey Chan, Provinsi Banteay Meanchey—lokasi yang berbatasan langsung dengan area konflik—dievakuasi ke sebuah kuil Buddha yang terletak 30 km dari perbatasan.

Evakuasi dilakukan untuk menghindari kemungkinan baku tembak susulan yang berpotensi mengancam keselamatan warga sipil.


Malaysia Ajukan Perundingan Damai Baru

Melihat eskalasi yang terus naik, Malaysia segera mengambil inisiatif diplomatik.

Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, bersama Menteri Luar Negeri Mohamad Hasan, menawarkan diri menjadi fasilitator perundingan damai berikutnya.

Dalam unggahan resmi di Facebook, Anwar menyebut bahwa ia telah berbicara langsung dengan:

  • PM Thailand Anutin Charnvirakul, dan

  • PM Kamboja Hun Manet

yang keduanya sepakat untuk kembali mencari solusi damai.

Anwar menekankan bahwa penyelesaian konflik harus tetap berlandaskan Perjanjian Damai Kuala Lumpur, yang bulan lalu disaksikan langsung oleh Presiden AS Donald Trump.

Anwar menyatakan:

“Saya menegaskan kembali bahwa Malaysia siap berperan sebagai fasilitator guna menjaga perdamaian dan gencatan senjata keduanya. Keamanan kawasan harus menjadi prioritas bersama.”


Perjanjian Damai Kuala Lumpur Kembali Diujung Tanduk

Perjanjian yang dimaksud adalah kesepahaman yang ditandatangani setelah konflik berdarah pada Juli lalu, yang menewaskan puluhan orang dan memaksa lebih dari 300.000 penduduk mengungsi.

Kini, dengan meningkatnya serangan dan serangkaian tragedi terbaru, kesepakatan itu kembali berada pada posisi rapuh.


Pertemuan Damai Diperkirakan Akan Digelar di Kuala Lumpur

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan dalam pernyataannya menyebut bahwa:

  • Kamboja telah resmi meminta agar pertemuan diadakan di Kuala Lumpur,

  • Thailand juga mendukung agar Malaysia kembali memainkan peran sebagai mediator.

Hal ini membuka peluang besar bahwa putaran perundingan berikutnya akan berlangsung dalam waktu dekat.


Ketegangan Thailand–Kamboja kembali menjadi perhatian internasional. Dengan adanya korban jiwa, ranjau darat, serta evakuasi besar-besaran, situasi perbatasan menjadi semakin tidak stabil.

Malaysia kini muncul sebagai pihak yang menawarkan jalan damai, berusaha menjaga keutuhan perdamaian yang telah dirintis dalam Perjanjian Kuala Lumpur.

Semua mata kini tertuju pada apakah kedua negara dapat meredakan tensi dan kembali duduk bersama untuk memastikan keamanan kawasan ASEAN tetap terjaga.


Demikian laporan lengkap  mengenai memanasnya konflik perbatasan Thailand–Kamboja dan langkah cepat Malaysia yang kembali menawarkan perundingan damai. Tim redaksi akan terus memantau perkembangan situasi dari lapangan serta pernyataan resmi pemerintah terkait.

Ikuti terus Berita Viral Detik untuk update tercepat, akurat, dan terpercaya seputar isu geopolitik, keamanan regional, serta berita internasional lainnya yang sedang hangat diperbincangkan.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *