Beranda / Internasional / Israel Musnahkan Ratusan Buaya di Petza’el, Keputusan Keamanan yang Picu Kontroversi

Israel Musnahkan Ratusan Buaya di Petza’el, Keputusan Keamanan yang Picu Kontroversi

Pemusnahan Buaya Terjadi di Lembah Yordan

Pemerintah Israel mengambil langkah drastis dengan memusnahkan ratusan buaya yang dipelihara di sebuah peternakan di kawasan Petza’el, Lembah Yordan, pada Agustus 2025. Keputusan ini dilakukan oleh Badan Sipil Israel bekerja sama dengan Otoritas Alam dan Taman Israel.

Langkah tersebut langsung menarik perhatian publik internasional karena melibatkan pemusnahan satwa dalam jumlah besar dengan alasan keamanan nasional.


Kekhawatiran Ancaman Sabotase dan Teror


Menurut laporan media Israel, Ynet News, otoritas keamanan menilai peternakan buaya tersebut berpotensi menjadi sasaran sabotase. Kekhawatiran utama adalah kemungkinan pihak musuh merusak pagar pembatas dan melepaskan buaya-buaya itu ke wilayah Tepi Barat.

Jika skenario tersebut terjadi, buaya yang lepas dikhawatirkan dapat membahayakan keselamatan warga sipil dan memicu kepanikan massal di wilayah padat penduduk.


Alasan Kesejahteraan Hewan Ikut Dijadikan Pertimbangan

Selain faktor keamanan, pemerintah Israel juga menyoroti kondisi pemeliharaan buaya yang dinilai tidak layak. Dalam pernyataan resminya, otoritas menyebut pemusnahan dilakukan untuk mengurangi penderitaan hewan akibat infrastruktur peternakan yang buruk dan lingkungan yang keras.

Hasil penelusuran menemukan praktik pemberian makan yang ekstrem, di mana buaya dewasa diberi bangkai buaya muda. Anak-anak buaya juga kerap menjadi korban kanibalisme oleh buaya yang lebih besar.


Peringatan Berulang Tak Pernah Direspons Pemilik

Pihak berwenang mengungkapkan bahwa pemilik peternakan telah menerima berbagai peringatan selama bertahun-tahun untuk memperbaiki kondisi habitat buaya. Pemerintah juga mengklaim telah melakukan perbaikan teknis guna mencegah pelarian buaya dan membatasi akses pihak luar.

Meski demikian, upaya-upaya tersebut dinilai tidak cukup efektif. Sebelumnya, beberapa buaya sempat dilaporkan kabur dari lokasi peternakan, meskipun berhasil ditangkap kembali tanpa menimbulkan korban jiwa.


Kecaman dari Aktivis Lingkungan dan Pecinta Hewan

Keputusan pemusnahan ratusan buaya ini menuai kecaman luas dari organisasi lingkungan dan kelompok pembela hak hewan. Sejumlah organisasi seperti Let the Animals Live, Animals Now, dan Freedom Farm Sanctuary menilai tindakan tersebut tidak manusiawi.

Mereka mendesak pemerintah Israel membuka penyelidikan independen dan menetapkan prosedur nasional yang lebih transparan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.


Pemerintah Tegaskan Tindakan Sudah Sesuai Prosedur

Menanggapi kritik tersebut, otoritas Israel menegaskan bahwa pemusnahan dilakukan berdasarkan izin berburu resmi dan mengikuti protokol internasional dalam pengelolaan peternakan buaya.

Pemerintah menilai kasus Petza’el bersifat unik dan ekstrem sehingga tidak memerlukan pembentukan pedoman nasional permanen terkait penanganan peternakan buaya.


Dukungan dari Penasihat Perdana Menteri

Penasihat Perdana Menteri Israel untuk urusan kesejahteraan hewan, Tal Gilboa, turut menyatakan dukungan terhadap keputusan tersebut. Ia menilai kondisi peternakan sudah menyebabkan penderitaan berkepanjangan bagi buaya-buaya tersebut.

Menurutnya, pengakhiran hidup buaya dilakukan setelah berbagai solusi alternatif gagal diterapkan selama bertahun-tahun.


Keputusan Sulit di Tengah Polemik Global

Pemerintah Israel menegaskan bahwa langkah pemusnahan ini bukan keputusan yang diambil secara tergesa-gesa. Setelah bertahun-tahun mencari solusi tanpa hasil, pemusnahan dianggap sebagai langkah terakhir demi keselamatan publik dan kesejahteraan hewan.

Namun demikian, polemik seputar etika, keamanan, dan perlindungan satwa masih terus menjadi perdebatan di tingkat nasional maupun internasional.


Pemusnahan ratusan buaya di Petza’el menyoroti dilema antara keamanan nasional dan perlindungan satwa liar. Keputusan ekstrem ini memicu perdebatan global mengenai etika pengelolaan hewan di wilayah konflik.
Ikuti terus perkembangan berita dunia paling hangat dan kontroversial hanya di Berita Viral Detik.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *