Beranda / Internasional / Rusia Diduga Bangun Pangkalan Rudal Nuklir di Belarus Timur

Rusia Diduga Bangun Pangkalan Rudal Nuklir di Belarus Timur

MINSK – Temuan terbaru dari analisis citra satelit mengindikasikan Rusia tengah menyiapkan pangkalan militer baru di wilayah timur Belarus. Pangkalan tersebut diduga kuat akan digunakan sebagai lokasi penyimpanan dan peluncuran rudal balistik hipersonik Oreshnik, senjata strategis Rusia yang memiliki kemampuan membawa hulu ledak nuklir.


Analisis Citra Satelit Ungkap Lokasi Strategis

Peneliti Jeffrey Lewis dari Middlebury Institute of International Studies dan Decker Eveleth dari lembaga riset pertahanan CNA menganalisis citra satelit komersial milik Planet Labs. Dari hasil kajian tersebut, mereka mengidentifikasi sejumlah ciri yang konsisten dengan infrastruktur pangkalan rudal strategis Rusia.

Menurut analisis itu, peluncur rudal Oreshnik kemungkinan besar akan ditempatkan di bekas pangkalan udara dekat Kota Krichev, sekitar 307 kilometer di timur Minsk dan 478 kilometer barat daya Moskwa. Lokasi ini dinilai strategis karena berada jauh dari perbatasan NATO, namun tetap memiliki jangkauan luas ke wilayah Eropa.


Konstruksi Diduga Dikerjakan Secara Tergesa-gesa

Data satelit menunjukkan bahwa pembangunan fasilitas tersebut dimulai antara 4 hingga 12 Agustus 2025, mengindikasikan pengerjaan yang relatif cepat dan terkesan darurat.

Salah satu petunjuk paling mencolok terlihat pada citra tanggal 19 November 2025, yakni adanya titik transfer kereta api militer yang dilengkapi pagar keamanan ketat. Fasilitas tersebut diyakini menjadi jalur distribusi rudal, kendaraan peluncur bergerak, serta peralatan militer berat lainnya.

Selain itu, para peneliti juga menemukan pengecoran bantalan beton di ujung landasan pacu yang kemudian ditimbun tanah. Struktur ini diduga berfungsi sebagai titik peluncuran rudal yang disamarkan, sebuah teknik umum dalam strategi militer Rusia.


Dinilai Bermuatan Politik dan Diplomasi Tekanan

Pandangan berbeda disampaikan oleh Jeffrey Lewis. Ia menilai langkah Rusia ini sarat dengan kepentingan politik dan pesan strategis ke dunia internasional.

Menurutnya, penempatan senjata nuklir di luar wilayah Rusia mencerminkan meningkatnya ketergantungan Moskwa pada diplomasi berbasis ancaman militer.

“Bayangkan jika Amerika Serikat menempatkan rudal jelajah Tomahawk berhulu ledak nuklir di Jerman, bukan versi konvensionalnya,” kata Lewis.

Ia menegaskan bahwa langkah Rusia ini lebih merupakan diplomasi paksaan, bukan kebutuhan militer murni. “Tidak ada alasan militer untuk menempatkan sistem itu di Belarus, yang ada hanyalah alasan politik,” tegasnya.


Putin Klaim Rudal Oreshnik Tak Bisa Dicegat


Presiden Rusia Vladimir Putin sebelumnya secara terbuka menyatakan niatnya menempatkan rudal jarak menengah Oreshnik di Belarus. Rudal ini diperkirakan memiliki jangkauan hingga 5.500 kilometer dan mampu melesat dengan kecepatan lebih dari Mach 10.

Rusia pertama kali menguji coba Oreshnik pada November 2024 dalam serangan ke Ukraina, meski saat itu rudal tersebut menggunakan hulu ledak konvensional. Putin mengklaim sistem pertahanan udara mana pun tidak mampu mencegat rudal ini.


Belarus Sebut Langkah Bersifat Defensif

Hingga kini, Kedutaan Besar Rusia di Washington belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut. Sementara itu, Kedutaan Besar Belarus juga menolak berkomentar.

Namun, mengutip kantor berita negara Belta, Menteri Pertahanan Belarus Viktor Khrenin menegaskan bahwa kehadiran Oreshnik di negaranya bersifat defensif.

“Pengerahan Oreshnik tidak akan mengubah keseimbangan kekuatan di Eropa dan merupakan respons atas tindakan agresif Barat,” ujar Khrenin, Rabu (24/12/2025).


Dugaan pembangunan pangkalan rudal nuklir Rusia di Belarus menambah ketegangan geopolitik di Eropa Timur. Meski dampak militernya diperdebatkan, langkah ini jelas mengirim sinyal keras kepada Barat bahwa Moskwa masih mengandalkan kekuatan strategisnya sebagai alat tekanan politik di panggung global.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *