Insiden Keributan di Lingkungan Sekolah Hebohkan Media Sosial
Jakarta – Dunia pendidikan kembali menjadi sorotan publik setelah sebuah video memperlihatkan adu jotos antara oknum guru dan sejumlah murid di sebuah sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, viral di media sosial.
Peristiwa tersebut terjadi di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) dan memicu kecaman luas dari masyarakat. Video berdurasi sekitar 58 detik itu beredar cepat di berbagai platform media sosial dan menuai beragam reaksi, mulai dari keprihatinan hingga kecaman keras.
Kronologi Awal: Guru Sampaikan Pernyataan Lewat Mikrofon
Berdasarkan rekaman yang beredar, insiden bermula ketika oknum guru tersebut terlihat menyampaikan perkataan melalui mikrofon di hadapan murid-murid. Hingga kini, belum diketahui secara pasti isi pernyataan yang disampaikan.
Namun, informasi yang berkembang menyebutkan bahwa ucapan tersebut diduga mengandung unsur hinaan, sehingga memancing emosi sejumlah murid. Situasi yang semula terkendali kemudian berubah menjadi keributan hingga berujung pada perkelahian fisik antara guru dan murid.
Adu Jotos Tak Terhindarkan, Guru Lain Turun Meleraikan
Dalam video tersebut, tampak beberapa murid mendekati oknum guru dan terjadi kontak fisik berupa adu jotos. Keributan itu sontak mengundang perhatian guru-guru lain yang berada di lokasi.
Para guru yang menyaksikan kejadian tersebut segera melakukan upaya peleraian guna mencegah situasi semakin memburuk. Oknum guru yang terlibat perkelahian kemudian dibawa masuk ke dalam ruangan untuk diamankan dan menenangkan keadaan.
Disdik Provinsi Jambi Lakukan Penyelidikan dan Mediasi
Menanggapi insiden tersebut, Dinas Pendidikan Provinsi Jambi menyatakan telah mengambil langkah cepat. Pihak Disdik kini tengah mendalami informasi secara menyeluruh terkait keributan yang melibatkan guru dan murid tersebut.
Kepala Bidang SMK Disdik Provinsi Jambi, Harmonis, mengatakan bahwa pihaknya telah meminta klarifikasi dari kepala sekolah dan menginisiasi proses mediasi.
“Kami sudah meminta penjelasan dari kepala sekolah. Hari ini juga telah dilakukan mediasi dengan duduk bersama Forum Komunikasi Kecamatan, yang melibatkan camat, lurah, kapolsek, para siswa, serta majelis guru,” ujar Harmonis, Rabu (14/1/2026).
Disdik Tegaskan Tidak Toleransi Tindakan yang Cederai Dunia Pendidikan
Harmonis menegaskan bahwa Dinas Pendidikan tidak akan tinggal diam terhadap insiden yang dinilai mencederai nilai-nilai pendidikan serta mencoreng etika seorang pendidik.
Menurutnya, guru seharusnya menjadi teladan dalam bersikap, berbicara, dan menyelesaikan masalah, bukan justru terlibat konflik fisik dengan peserta didik.
“Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Ini bukan hanya soal pelanggaran disiplin, tetapi juga menyangkut marwah dunia pendidikan,” tegasnya.
Harapan Agar Insiden Tak Terulang di Sekolah Lain
Pihak Disdik Provinsi Jambi berharap peristiwa ini dapat menjadi pelajaran penting bagi seluruh tenaga pendidik dan peserta didik. Insiden tersebut diharapkan tidak menjadi contoh buruk dan tidak terulang kembali di sekolah lain, baik di Jambi maupun daerah lain di Indonesia.
Selain itu, Disdik juga menekankan pentingnya komunikasi yang sehat, penyelesaian konflik secara dialog, serta penguatan karakter pendidik dan siswa guna menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.
Kasus adu jotos antara oknum guru dan murid di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur Jambi menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan. Sekolah yang seharusnya menjadi tempat mendidik karakter dan etika justru tercoreng oleh tindakan kekerasan. Dengan langkah mediasi dan pendalaman yang dilakukan Disdik Provinsi Jambi, publik berharap ada penyelesaian adil serta evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Berita Viral Detik








