Percakapan dengan Blake Lively Ungkap Ketegangan Panas di Balik Film It Ends with Us
Nama Taylor Swift kembali menjadi sorotan, kali ini bukan karena musik atau konsernya, melainkan akibat percakapan pribadi yang terungkap dalam dokumen pengadilan. Percakapan tersebut memperlihatkan bagaimana Swift melontarkan sindiran keras hingga kata kasar kepada sutradara film It Ends with Us, Justin Baldoni, dalam obrolannya dengan aktris utama film tersebut, Blake Lively.
Sindiran “Tiny Violin” dan Kata Kasar


Dalam pesan yang tercantum dalam dokumen pengadilan, Taylor Swift disebut menyebut Justin Baldoni dengan istilah “b*itch”, sebuah ungkapan kasar yang menunjukkan kemarahannya terhadap sutradara tersebut. Percakapan itu terjadi ketika Swift dan Lively membahas laporan mengejutkan dari New York Times terkait konflik internal dalam produksi It Ends with Us.
Tak berhenti di situ, Swift juga menyinggung Baldoni dengan frasa “tiny violin”—sebuah idiom populer dalam bahasa Inggris yang biasanya digunakan untuk menyindir seseorang yang dianggap berpura-pura menjadi korban atau playing victim.
“Gue rasa b*jingan ini tahu sesuatu akan terjadi karena dia sudah mengeluarkan biola kecilnya,” tulis Swift dalam pesan yang kini menjadi bagian dari dokumen resmi pengadilan.
Ungkapan tersebut memperlihatkan sikap Swift yang secara terbuka memihak Blake Lively dalam konflik tersebut.
Pesan Lama Ungkap Amarah Blake Lively
Tak hanya Swift, dokumen itu juga memuat percakapan yang terjadi setahun sebelumnya, di mana Blake Lively secara terang-terangan meluapkan kekesalannya terhadap Justin Baldoni kepada Swift.
Dalam pesan tersebut, Lively menyebut Baldoni sebagai “sutradara g*blok film gue”. Ia juga menambahkan komentar pedas dengan menyebut Baldoni sebagai “badut” yang menurutnya “merasa dirinya sekarang seorang penulis.”
Percakapan ini memperkuat dugaan bahwa hubungan kerja antara Lively dan Baldoni sudah memburuk jauh sebelum konflik ini mencuat ke publik.
Tuduhan Perilaku Tidak Pantas di Lokasi Syuting
Pengungkapan pesan pribadi ini muncul di tengah deretan tuduhan serius terhadap Justin Baldoni. Sebelumnya, sejumlah dokumen pengadilan telah memuat klaim Blake Lively dan beberapa pemain lain terkait perilaku tidak pantas Baldoni di lokasi syuting It Ends with Us.
Menurut laporan Variety, rangkaian pesan tersebut mencerminkan keretakan kreatif yang mendalam antara Lively dan Baldoni selama proses pengembangan film.
Versi Film Berbeda dan Penolakan Promosi
Dalam pernyataan resminya di pengadilan, Blake Lively mengungkapkan bahwa ia akhirnya memilih untuk mengembangkan versi filmnya sendiri, karena versi yang digarap Baldoni dianggap meminggirkan karakter perempuan dan bahkan mengagungkan pelaku pelecehan.
Lively juga mengambil langkah tegas dengan menolak tampil bersama Baldoni dan produser Jamey Heath dalam rangkaian promosi film. Ia menuding keduanya berusaha memfitnah dirinya sebagai bentuk pembalasan atas keluhan yang ia sampaikan.
“Mereka menggambarkan diri mereka sebagai korban dan saya sebagai pelaku intimidasi,” ujar Lively.
“Saya tidak bersedia mendukung Baldoni atau Heath secara pribadi dengan tampil bersama atau mempromosikan film tersebut bersama mereka.”
Dampak Besar bagi Industri dan Citra Publik
Terungkapnya pesan pribadi Taylor Swift dan Blake Lively ini memperlebar sorotan publik terhadap konflik di balik layar It Ends with Us. Selain mencoreng reputasi Justin Baldoni, kasus ini juga membuka diskusi lebih luas tentang dinamika kekuasaan, representasi perempuan, dan etika kerja di industri film Hollywood.
Ikuti terus perkembangan berita selebriti, film, dan konflik Hollywood terbaru hanya di situs Berita Viral Detik, agar tidak ketinggalan fakta-fakta panas di balik layar industri hiburan dunia.








