Kasus Nipah di India Picu Alarm Kesehatan Regional, Protokol Ala COVID-19 Kembali Diterapkan
Singapura – Munculnya wabah virus Nipah (NiV) di negara bagian Benggala Barat, India, memicu kewaspadaan tinggi di kawasan Asia. Sejumlah bandara internasional utama mulai memperketat pemeriksaan kesehatan penumpang, menghidupkan kembali protokol pengawasan yang mengingatkan publik pada masa pandemi COVID-19.
Bandara-bandara di Jakarta, Singapura, Bangkok, Hong Kong, hingga Taipei kini meningkatkan skrining kesehatan bagi pelaku perjalanan internasional, terutama mereka yang datang dari wilayah terdampak.
Apa Itu Virus Nipah dan Mengapa Diwaspadai?
Virus Nipah merupakan penyakit zoonosis berbahaya yang dapat menular dari hewan ke manusia. Hewan pembawa utama virus ini adalah kelelawar pemakan buah dan babi. Selain penularan dari hewan, Nipah juga memiliki potensi menyebar antarmanusia, meski kasusnya tergolong jarang.
Infeksi virus Nipah biasanya diawali dengan gejala umum seperti:
-
Demam tinggi
-
Sakit kepala
-
Nyeri otot
-
Mual dan muntah
-
Sakit tenggorokan
Namun pada kasus tertentu, penyakit ini dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan berat, pneumonia, gangguan neurologis, penurunan kesadaran, hingga koma, dengan tingkat kematian yang tergolong tinggi.
Singapura Ambil Langkah Awal, Perketat Skrining Pelancong
Singapura menjadi salah satu negara pertama yang merespons cepat. Communicable Diseases Agency (CDA) mengumumkan penerapan pemeriksaan suhu tubuh terhadap penumpang yang tiba dari wilayah dengan laporan wabah Nipah.
Selain di bandara, Kementerian Tenaga Kerja Singapura juga meningkatkan pengawasan terhadap pekerja migran yang baru datang dari Asia Selatan. Seluruh fasilitas layanan kesehatan primer diminta meningkatkan kewaspadaan sebagai langkah antisipatif.
CDA mengungkapkan bahwa hingga kini, program biosurveilans kelelawar yang dilakukan sejak 2011 belum menemukan keberadaan virus Nipah di Singapura.
“Wabah di Benggala Barat dilaporkan terjadi melalui penularan antarmanusia, dengan dua kasus terkonfirmasi sejauh ini,” ujar CDA, Rabu (28/1).
Meski demikian, otoritas menegaskan bahwa penularan manusia ke manusia tetap jarang terjadi dan hingga kini belum ditemukan penyebaran berkelanjutan di tingkat komunitas. Penularan dalam wabah terbaru dilaporkan terjadi di lingkungan rumah sakit.
Indonesia, Thailand, dan Hong Kong Perketat Pengawasan


Indonesia: Soekarno-Hatta Tingkatkan Pengawasan Ketat
Di Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang memperketat pengawasan di seluruh pintu masuk internasional. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi masuknya virus Nipah ke Tanah Air.
Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Bandara Soekarno-Hatta, Naning Nugrahini, memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan kasus Nipah pada pelaku perjalanan internasional.
Belajar dari pengalaman pandemi COVID-19, BBKK menerapkan:
-
Kewajiban pengisian deklarasi kesehatan
-
Pemantauan gejala klinis penumpang
-
Pemeriksaan suhu tubuh menggunakan thermal scanner yang dioptimalkan
Thailand: Protokol Ala COVID-19 Diberlakukan Kembali
Thailand juga memperketat pengawasan di bandara-bandara utamanya seperti Suvarnabhumi, Don Mueang, dan Phuket. Seluruh penumpang internasional dipantau untuk mendeteksi gejala awal virus Nipah.
Penumpang yang menunjukkan gejala mencurigakan akan langsung diarahkan ke fasilitas karantina khusus untuk pemeriksaan lanjutan. Sementara itu, pelaku perjalanan dari Benggala Barat diberikan Kartu Peringatan Kesehatan, berisi panduan tindakan jika gejala muncul setelah kedatangan.
Hong Kong: Sistem Deteksi Penyakit Diaktifkan
Di Hong Kong, Centre for Health Protection (CHP) melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang yang datang dari India. Otoritas setempat menyatakan telah mengaktifkan sistem pengawasan dan mekanisme notifikasi penyakit menular untuk mendeteksi potensi kasus sejak dini.
Kewaspadaan bandara-bandara Asia terhadap virus Nipah menjadi pengingat bahwa ancaman penyakit menular lintas negara masih nyata. Meski belum menyebar luas, langkah antisipatif dinilai krusial untuk mencegah krisis kesehatan global baru.
Masyarakat diminta tetap tenang, waspada, dan mengikuti protokol kesehatan saat bepergian internasional.
👉 Ikuti terus perkembangan wabah dan isu kesehatan global terbaru hanya di Berita Viral Detik — cepat, akurat, dan terpercaya.








