Minim Transfer, Isu Pilih Kasih PIF, hingga Ambisi Juara yang Terancam
Riyadh – Cristiano Ronaldo kembali menjadi pusat perhatian di Arab Saudi. Megabintang asal Portugal itu dikabarkan siap melanjutkan aksi mogok bermain bersama Al Nassr sebagai bentuk protes terhadap kebijakan klub dan pengelola dana kekayaan publik Arab Saudi, Public Investment Fund (PIF).
Mengutip laporan ESPN, Ronaldo disebut tidak akan turun membela Al Nassr saat menghadapi Al Ittihad pada laga lanjutan Saudi Pro League, Sabtu (7/2) dini hari WIB. Jika benar terjadi, ini akan menjadi kali kedua CR7 absen bukan karena cedera, melainkan karena ketegangan internal.
Aksi Lanjutan Setelah Absen di Laga Sebelumnya
Sebelumnya, Cristiano Ronaldo juga tidak tampil saat Al Nassr menghadapi Al Riyadh pada Senin (2/2). Meski tanpa kehadiran sang kapten, Al Nassr tetap berhasil meraih kemenangan.
Namun, absennya Ronaldo kala itu memicu spekulasi luas. Kini, rumor tersebut menguat setelah muncul kabar bahwa Ronaldo memang sengaja memilih menepi sebagai bentuk kekecewaan mendalam.
Pemicunya: Minim Investasi dan Nol Transfer Januari
Sumber utama kemarahan Ronaldo disebut berkaitan dengan bursa transfer Januari yang berjalan tanpa satu pun rekrutan baru untuk Al Nassr. Klub yang dibelanya sejak 2022 itu dinilai tidak mendapatkan tambahan kekuatan berarti untuk bersaing memperebutkan gelar juara.
Ronaldo dikabarkan kecewa terhadap PIF, yang merupakan pengelola klub-klub besar Arab Saudi, karena dianggap tidak memberikan dukungan finansial maksimal kepada Al Nassr.
Situasi ini semakin kontras jika dibandingkan dengan rival utama mereka, Al Hilal, yang justru aktif dan agresif di bursa transfer.
Al Hilal Bikin Ronaldo Makin Geram


Al Hilal, yang kini dilatih Simone Inzaghi, baru saja membuat gebrakan besar dengan mendatangkan Karim Benzema dari Al Ittihad. Transfer itu semakin memperkuat skuad mereka di tengah persaingan ketat papan atas.
Kondisi tersebut membuat Ronaldo merasa ada perlakuan tidak adil atau “pilih kasih” dari PIF. Bahkan, muncul klaim bahwa Ronaldo sempat berusaha menghambat kepindahan Benzema ke Al Hilal sebagai bentuk frustrasi.
Ambisi Juara yang Terus Tertunda
Sejak bergabung dengan Al Nassr pada akhir 2022, Cristiano Ronaldo belum sekali pun mengangkat trofi Saudi Pro League. Dalam periode tersebut, ia harus menyaksikan rival-rivalnya seperti Al Hilal dan Al Ittihad bergantian menjadi juara.
Musim ini pun situasinya tak jauh berbeda. Hingga pekan ke-19, Al Hilal masih memimpin klasemen dengan 47 poin, unggul tipis satu angka dari Al Nassr yang mengoleksi 46 poin.
Dengan persaingan seketat itu, absennya Ronaldo—baik karena mogok maupun konflik internal—berpotensi menjadi pukulan besar bagi ambisi Al Nassr merebut gelar.
Posisi Ronaldo dan Masa Depan Al Nassr Dipertanyakan
Cristiano Ronaldo dikenal sebagai pemain dengan mental juara dan tuntutan tinggi terhadap profesionalisme klub. Ketika standar tersebut tidak terpenuhi, ketegangan kerap muncul.
Jika situasi ini terus berlanjut, bukan tak mungkin hubungan Ronaldo dengan manajemen Al Nassr maupun PIF akan semakin merenggang, bahkan memicu spekulasi masa depan sang megabintang di Liga Arab Saudi.
Aksi mogok Cristiano Ronaldo bukan sekadar soal absen satu pertandingan. Ini adalah sinyal keras tentang ambisi, ego juara, dan tuntutan profesionalisme di balik gemerlap Saudi Pro League.
Dengan persaingan yang makin panas dan rival terus memperkuat diri, Al Nassr kini berada di persimpangan: menenangkan sang bintang, atau bersiap menghadapi badai yang lebih besar di sisa musim.
🔥 Ikuti terus perkembangan terbaru Cristiano Ronaldo dan Saudi Pro League hanya di Berita Viral Detik.








