Beranda / Teknologi / Inovasi Alat Bantu Dengar Berbasis AI Hadir di Indonesia pada Hari Pendengaran Sedunia 2026

Inovasi Alat Bantu Dengar Berbasis AI Hadir di Indonesia pada Hari Pendengaran Sedunia 2026

Momentum Hari Pendengaran Sedunia 2026 kembali dimanfaatkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan pendengaran. Pada peringatan tahun ini, publik Indonesia diperkenalkan dengan teknologi terbaru berupa alat bantu dengar berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang dilengkapi sistem dual-chip.

Teknologi mutakhir ini diharapkan mampu menghadirkan pengalaman mendengar yang jauh lebih alami dibandingkan alat bantu dengar generasi sebelumnya. Inovasi tersebut diperkenalkan oleh perusahaan penyedia solusi kesehatan pendengaran Soundlife melalui produk dari merek global Phonak.

Acara peluncuran digelar di Epicentrum Walk Mall, Jakarta, dan turut menghadirkan berbagai program edukasi serta kesempatan bagi masyarakat untuk mencoba langsung teknologi terbaru tersebut.


Teknologi Pendengaran Modern yang Mengubah Cara Orang Mendengar

CEO Soundlife, IM Chen, menjelaskan bahwa teknologi alat bantu dengar kini tidak lagi sekadar berfungsi memperkuat suara. Perkembangan teknologi digital memungkinkan perangkat memahami konteks suara di sekitar pengguna sehingga pengalaman mendengar terasa lebih natural.

Menurut Chen, pendengaran memiliki peran penting dalam menjaga interaksi sosial seseorang.

Ia menegaskan bahwa kemampuan mendengar bukan hanya soal menangkap suara, tetapi juga bagaimana seseorang dapat tetap terhubung dengan keluarga, teman, dan lingkungan sosialnya.

Dengan inovasi terbaru ini, pengguna diharapkan dapat kembali merasakan pengalaman percakapan yang lebih nyaman bahkan di lingkungan yang bising.


Phonak Audéo Infinio Ultra Sphere: Alat Bantu Dengar dengan AI Dual-Chip

Produk utama yang diperkenalkan dalam acara tersebut adalah Phonak Audéo Infinio Ultra Sphere. Perangkat ini disebut sebagai salah satu alat bantu dengar pertama di dunia yang menggunakan arsitektur AI dual-chip.

Teknologi ini menghadirkan kemampuan pemrosesan suara yang jauh lebih cerdas dibandingkan teknologi sebelumnya.

Perangkat ini dilengkapi dengan prosesor kecerdasan buatan bernama Deepsonic yang telah dilatih menggunakan lebih dari 22 juta sampel suara dan kalimat. Melalui pelatihan data yang sangat besar tersebut, sistem AI dapat mengenali berbagai jenis suara yang muncul dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini memungkinkan perangkat untuk secara otomatis memisahkan suara percakapan manusia dari kebisingan latar belakang.


Mampu Memisahkan Suara Percakapan dari Kebisingan Secara Real-Time

Soundlife

Salah satu keunggulan utama teknologi ini adalah kemampuannya melakukan pemrosesan suara secara real-time.

Dalam situasi yang biasanya sulit bagi pengguna alat bantu dengar konvensional, seperti berada di restoran ramai, ruang rapat, atau acara sosial, perangkat ini mampu memprioritaskan suara percakapan yang sedang berlangsung.

Dengan kata lain, pengguna dapat tetap fokus pada pembicaraan tanpa terganggu oleh suara lain di sekitarnya.

Teknologi ini juga dirancang untuk mengurangi kelelahan mendengar, kondisi yang sering dialami oleh pengguna alat bantu dengar lama karena otak harus bekerja lebih keras untuk memahami suara yang bercampur dengan kebisingan.

Dengan pemrosesan AI yang lebih cerdas, pengalaman mendengar menjadi lebih nyaman dan tidak terlalu melelahkan.


Pentingnya Deteksi Dini Gangguan Pendengaran pada Anak

Selain memperkenalkan teknologi untuk pengguna dewasa, Soundlife juga menyoroti pentingnya deteksi dini gangguan pendengaran pada anak.

Hal ini sejalan dengan kampanye global “Leaving No Child Behind”, yang bertujuan memastikan setiap anak memiliki akses terhadap teknologi pendengaran yang memadai.

Gangguan pendengaran yang tidak terdeteksi sejak dini dapat memengaruhi perkembangan bahasa, kemampuan belajar, serta interaksi sosial anak.

Karena itu, teknologi pendengaran khusus anak menjadi salah satu fokus penting dalam pengembangan alat bantu dengar modern.


Phonak Sky: Teknologi Pendengaran yang Dirancang untuk Anak

Untuk mendukung kebutuhan anak-anak dengan gangguan pendengaran, diperkenalkan produk Phonak Sky.

Perangkat ini dirancang khusus agar sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak. Teknologi tersebut dilengkapi dengan sistem yang dapat terhubung ke aplikasi myPhonak Junior.

Melalui aplikasi ini, orang tua dapat memantau penggunaan alat bantu dengar anak secara langsung. Mereka juga dapat membantu anak belajar menggunakan perangkat tersebut secara mandiri.

Fitur ini memberikan kemudahan bagi keluarga dalam memastikan anak mendapatkan dukungan pendengaran yang optimal dalam kehidupan sehari-hari maupun di lingkungan pendidikan.


Desain Lebih Ringkas untuk Pengguna Dewasa

Bagi pengguna dewasa yang menginginkan alat bantu dengar dengan desain lebih modern dan praktis, Soundlife juga memperkenalkan Phonak Infinio Virto Rechargeable.

Perangkat ini memiliki desain yang menyerupai earbud sehingga tampil lebih ringkas dan nyaman digunakan.

Selain itu, alat ini menggunakan sistem baterai isi ulang, sehingga pengguna tidak perlu lagi mengganti baterai sekali pakai secara berkala. Hal ini tidak hanya lebih praktis, tetapi juga lebih ramah lingkungan.


Program Uji Coba 10 Hari Tanpa Risiko

Sebagai distributor resmi Phonak di Indonesia, Soundlife saat ini telah memiliki lebih dari 20 cabang yang tersebar di berbagai kota.

Untuk memperkenalkan teknologi terbaru ini kepada masyarakat, Soundlife menawarkan program uji coba selama 10 hari tanpa risiko.

Melalui program ini, calon pengguna dapat merasakan langsung manfaat teknologi alat bantu dengar terbaru sebelum memutuskan untuk menggunakannya secara permanen.

Program tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat memahami bahwa teknologi pendengaran modern kini jauh lebih canggih dan nyaman dibandingkan generasi sebelumnya.


Perkembangan teknologi kesehatan terus menghadirkan inovasi yang mampu meningkatkan kualitas hidup manusia, termasuk dalam bidang pendengaran. Kehadiran alat bantu dengar berbasis kecerdasan buatan dengan sistem dual-chip menjadi inovasi besar dalam memberikan pengalaman mendengar yang lebih natural dan nyaman.

Dengan kemampuan memisahkan suara percakapan dari kebisingan serta fitur cerdas yang mendukung berbagai kebutuhan pengguna, teknologi ini membuka peluang baru bagi jutaan orang yang mengalami gangguan pendengaran.

Peringatan Hari Pendengaran Sedunia 2026 menjadi momentum penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa kesehatan pendengaran adalah bagian vital dari kualitas hidup. Informasi menarik seputar teknologi, kesehatan, dan inovasi terbaru akan terus hadir dalam berbagai ulasan informatif dari berita viral detik.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *