Beranda / Internasional / Israel Perintahkan Evakuasi Desa Sohmor, Ancaman Serangan Udara ke Basis Hizbullah Menguat

Israel Perintahkan Evakuasi Desa Sohmor, Ancaman Serangan Udara ke Basis Hizbullah Menguat

Warga Sipil Diminta Tinggalkan Lebanon Selatan Saat Israel Klaim Akan Hantam Infrastruktur Militer Hizbullah

Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah militer Israel secara resmi memerintahkan warga sipil untuk meninggalkan Desa Sohmor, sebuah wilayah di Lebanon selatan. Langkah ini diambil menyusul rencana Israel untuk melancarkan serangan udara terhadap infrastruktur militer Hizbullah yang diklaim masih aktif di kawasan tersebut.

Peringatan evakuasi itu disampaikan langsung oleh juru bicara militer Israel berbahasa Arab, Kolonel Avichay Adraee, melalui pernyataan terbuka kepada publik.

“Peringatan mendesak kepada penduduk Lebanon Selatan, khususnya di desa Sohmor,” tulis Avichay dalam keterangannya.

Ia menegaskan bahwa serangan udara akan dilakukan dalam waktu dekat dengan tujuan menghantam target-target yang disebut Israel sebagai infrastruktur militer teroris Hizbullah.

Menurut militer Israel, langkah tersebut diperlukan untuk menghentikan upaya Hizbullah membangun kembali kekuatan militernya, yang dinilai melanggar kesepakatan gencatan senjata.


Gencatan Senjata Dipertanyakan

Perintah evakuasi ini muncul hanya sepekan setelah militer Lebanon mengumumkan telah menyelesaikan fase pertama pelucutan senjata Hizbullah di wilayah selatan Sungai Litani. Program tersebut merupakan bagian dari rencana nasional Lebanon untuk menstabilkan kawasan perbatasan.

Namun, Israel menilai langkah itu belum cukup. Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa kesepakatan gencatan senjata secara tegas menuntut pelucutan total senjata Hizbullah, tanpa pengecualian.

“Gencatan senjata jelas menyatakan bahwa Hizbullah harus sepenuhnya dilucuti,” demikian pernyataan resmi kantor Netanyahu.


Serangan Tetap Terjadi Meski Ada Gencatan Senjata

Ancam Serang Markas Hizbullah, Israel Minta Warga Lebanon Selatan Ngungsi

Meski kesepakatan gencatan senjata telah diberlakukan sejak November 2024, Israel tercatat masih rutin melancarkan serangan ke wilayah Lebanon selatan.

Pada Minggu (11/1), Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan adanya serangkaian serangan udara  yang disebut brutal, yang menyasar wilayah Jezzine, Mahmudiyeh, Al-Dimasqiyeh, hingga Al-Bureij.

Disebutkan bahwa lebih dari 10 serangan udara menghantam sejumlah titik strategis, memperparah kekhawatiran warga sipil terhadap eskalasi konflik yang semakin tidak terkendali.


Ancaman Baru bagi Stabilitas Kawasan

Perintah evakuasi terhadap warga sipil ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa eskalasi konflik belum akan mereda, bahkan berpotensi melebar jika serangan udara benar-benar dilancarkan.

Situasi ini juga memicu kekhawatiran internasional terkait keselamatan warga sipil, stabilitas Lebanon, serta masa depan gencatan senjata yang semakin rapuh di kawasan perbatasan Israel–Lebanon.


Situasi geopolitik di Timur Tengah terus bergerak cepat dan penuh dinamika. Setiap perkembangan terbaru berpotensi membawa dampak besar bagi kawasan dan dunia internasional.
Untuk mendapatkan update paling cepat, analisis mendalam, dan berita internasional yang sedang ramai diperbincangkan, jangan lewatkan liputan lengkap lainnya hanya di Berita Viral Detik.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *