Data Terbaru BNPB: Korban Banjir Terus Bertambah
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaruan data terkait bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera. Hingga Minggu, 14 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 1.016 jiwa.
Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan sehari sebelumnya, di mana korban tewas tercatat sebanyak 1.006 orang.
Penambahan Korban Banjir dari Aceh dan Sumatera Barat


Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa tambahan korban berasal dari hasil pencarian dan pertolongan yang masih terus dilakukan di berbagai daerah terdampak.
Sebanyak sembilan korban baru ditemukan di wilayah Aceh, sementara satu korban lainnya berasal dari Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Proses evakuasi masih menghadapi tantangan berat akibat medan yang sulit dan cuaca yang belum sepenuhnya membaik.
Ratusan Ribu Warga Mengungsi
Selain korban jiwa, bencana ini juga memaksa ratusan ribu warga meninggalkan tempat tinggal mereka. BNPB mencatat jumlah pengungsi saat ini mencapai 624.670 orang yang tersebar di berbagai titik pengungsian.
Sementara itu, jumlah warga yang masih dinyatakan hilang mencapai 212 orang. Tim gabungan terus melakukan pencarian dengan melibatkan TNI, Polri, relawan, serta masyarakat setempat.
Presiden Prabowo Tinjau Langsung Lokasi Bencana
Sebagai bentuk respons pemerintah pusat, Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan langsung ke sejumlah wilayah terdampak bencana di Aceh pada Jumat (12/12/2025).
Presiden mengunjungi Aceh Tamiang, Takengon, dan Bener Meriah untuk melihat langsung kondisi para korban serta memastikan penanganan darurat berjalan optimal.
Pemerintah Akui Tantangan di Lapangan
Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pemerintah bekerja keras dalam menangani dampak bencana serta mengawal proses pemulihan pascabencana.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat jika masih terdapat kekurangan dalam penanganan di lapangan, mengingat kondisi geografis dan cuaca ekstrem yang menyulitkan proses bantuan.
Komitmen Pemulihan dan Pendidikan Anak
Selain fokus pada penanganan darurat, Presiden Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat, termasuk memastikan anak-anak korban bencana dapat segera kembali bersekolah.
Pemerintah berjanji akan mempercepat rehabilitasi fasilitas pendidikan dan menyediakan dukungan psikososial agar anak-anak tetap semangat menghadapi masa sulit pascabencana.
Penanganan Terus Berjalan di Tengah Kondisi Sulit
BNPB menyatakan bahwa operasi pencarian dan pertolongan masih terus dilakukan dengan mengedepankan keselamatan tim di lapangan. Pemerintah pusat dan daerah berkoordinasi untuk memastikan distribusi logistik, layanan kesehatan, serta kebutuhan dasar pengungsi tetap terpenuhi.
Bencana ini menjadi salah satu tragedi alam terbesar yang melanda Sumatera dalam beberapa tahun terakhir, dengan dampak luas terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.
Bertambahnya jumlah korban akibat banjir dan longsor di Sumatera menjadi pengingat keras akan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana alam. Pemerintah bersama seluruh elemen masyarakat kini berpacu dengan waktu untuk menyelamatkan korban, memulihkan wilayah terdampak, dan mengembalikan kehidupan warga ke kondisi normal.
Ikuti terus perkembangan terbaru bencana nasional dan isu penting lainnya hanya di Berita Viral Detik.








