Home / Hiburan / Morgan Freeman Geram: Suara AI Tanpa Izin Dianggap Perampokan

Morgan Freeman Geram: Suara AI Tanpa Izin Dianggap Perampokan

Morgan Freeman Murka, Sebut Kloning Suaranya oleh AI Sebagai Bentuk Perampokan

JAKARTA, BERITA VIRAL DETIK — Aktor peraih Oscar sekaligus ikon Hollywood, Morgan Freeman, melontarkan kritik keras terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI) yang kini semakin mudah menggandakan suara manusia. Dalam wawancaranya bersama The Guardian, Freeman menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memberikan izin bagi AI mana pun untuk meniru, mengkloning, ataupun mereplikasi suara khasnya yang selama ini menjadi elemen penting dalam kariernya.

“Jangan tiru saya dengan kepalsuan. Saya dibayar untuk berbicara, untuk menghidupkan narasi. Jika Anda menggunakan suara saya tanpa izin, Anda merampok saya,” ujarnya dengan nada tegas.

Pernyataan ini muncul setelah Freeman mengetahui semakin banyaknya konten digital yang meniru suaranya melalui teknologi AI generatif. Beberapa di antaranya bahkan dipakai untuk kebutuhan komersial tanpa persetujuan pemilik suara asli.


Freeman Siapkan Langkah Hukum: “Pengacara Saya Sangat Sibuk”


Freeman mengisyaratkan bahwa tim hukumnya kini tengah bekerja ekstra karena mereka menemukan banyak kasus replikasi suara yang dilakukan tanpa izin. Suaranya—yang pernah melegenda melalui film dokumenter terkenal seperti March of the Penguins—merupakan salah satu aset profesional paling bernilai yang dimilikinya.

“Pengacara saya sangat, sangat sibuk,” ujar pemeran Thaddeus Bradley dalam Now You See Me: Now You Don’t (2025) itu.

Meski demikian, Freeman belum mengungkapkan secara terbuka di platform mana saja suaranya dikloning. Namun ia menegaskan bahwa penelusuran masih berlangsung dan sejumlah kasus sedang dalam proses penyelidikan lebih lanjut.


Freeman Singgung Tilly Norwood, “Aktris AI” yang Picu Pertentangan

Selain mengecam praktik kloning suara, Morgan Freeman juga memberikan komentar tajam tentang fenomena “aktor AI”, salah satunya Tilly Norwood, karakter digital yang diciptakan oleh komedian Belanda Eline Van der Velde melalui perusahaan AI miliknya, Particle6.

Freeman menyatakan bahwa keberadaan “aktor AI” adalah ancaman langsung bagi pekerja seni di industri film dan televisi.

“Tidak ada yang menyukainya karena dia tidak nyata, dan itu merampas bagian dari aktor sungguhan. Itu tidak akan berhasil di film atau televisi,” tegasnya.

Serikat aktor Amerika, SAG-AFTRA, juga menolak keras keberadaan Tilly. Mereka menyebut bahwa karakter tersebut bukan aktor, melainkan produk komputasi yang berdiri di atas karya ribuan aktor profesional yang tidak pernah memberi izin ataupun menerima kompensasi.

Beberapa aktor terkenal seperti Emily Blunt, Melissa Barrera, dan Simu Liu bahkan ikut menyuarakan bahwa penonton tidak akan pernah menerima “seni tanpa jiwa” yang dihasilkan mesin.


Penciptanya Membela Diri: “Tilly adalah Karya Seni, Bukan Pengganti Manusia”

Menanggapi gelombang besar penolakan, Eline Van der Velde memposting klarifikasi melalui Instagram. Ia mengklaim bahwa dirinya tidak bermaksud menjadikan Tilly sebagai pesaing aktor manusia, tetapi lebih sebagai bentuk eksperimen kreatif.

Dalam unggahannya, ia membandingkan aktor AI dengan animasi, boneka, hingga CGI, yaitu alat produksi yang berevolusi mengikuti zaman.


Pernyataan tegas Morgan Freeman menambah panjang daftar protes industri hiburan terhadap teknologi AI yang semakin invasif. Polemik penggunaan aktor digital dan kloning suara tanpa izin pun diprediksi akan menjadi isu besar Hollywood di tahun-tahun mendatang. Ikuti terus perkembangan terbaru hanya di Berita Viral Detik.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *