Megawati Tegaskan Persahabatan dengan Prabowo, Soroti Lonjakan Harga dan Nasib Petani
Blitar – Presiden ke-5 RI sekaligus Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, kembali menegaskan bahwa hubungannya dengan Presiden Prabowo Subianto tetap terjalin baik, meskipun berada dalam dinamika politik yang berbeda.
Pernyataan ini disampaikan Megawati usai meresmikan renovasi Istana Gebang, rumah masa kecil Soekarno, di Blitar, Jawa Timur.
Tegaskan Persahabatan di Tengah Dinamika Politik
Dalam pidatonya, Megawati secara terbuka membantah anggapan adanya konflik pribadi antara dirinya dan Prabowo. Ia menilai narasi yang mencoba membenturkan keduanya merupakan upaya pihak tertentu yang tidak bertanggung jawab.
Megawati bahkan menyinggung momen kebersamaannya dengan Prabowo saat peringatan Hari Lahir Pancasila, yang menurutnya menjadi bukti nyata hubungan baik tersebut.
Menurutnya, perbedaan dalam politik adalah hal yang wajar dalam sistem demokrasi, namun tidak serta-merta menghapus hubungan personal yang sudah terjalin.
Soroti Lonjakan Harga Kebutuhan Pokok
Selain isu politik, Megawati juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat, khususnya kenaikan harga bahan pokok yang semakin terasa.
Ia mengungkapkan bahwa harga cabai di beberapa daerah bahkan mencapai Rp180.000 per kilogram. Dalam suasana dialog langsung dengan masyarakat, Megawati mengajak audiens menyampaikan kondisi harga di wilayah masing-masing.
Dengan gaya khasnya yang lugas, ia bahkan sempat berkelakar agar masyarakat mengurangi konsumsi cabai atau mulai menanam sendiri di rumah sebagai solusi alternatif.
Tekankan Etika Politik dan Tata Negara
Megawati juga menegaskan pentingnya menjaga etika dalam menyampaikan kritik, terutama karena posisinya saat ini berada di luar pemerintahan.
Ia menjelaskan bahwa setiap aspirasi terkait kebijakan harus disalurkan melalui jalur yang tepat, seperti melalui anggota legislatif dari partainya di parlemen.
Hal ini menurutnya merupakan bagian dari tata cara bernegara yang harus dihormati agar sistem demokrasi tetap berjalan dengan baik.
Perhatian Besar pada Nasib Petani
Dalam pidatonya, Megawati juga menaruh perhatian khusus terhadap nasib petani yang ia sebut sebagai “soko guru” bangsa.
Mengacu pada ajaran Marhaenisme yang diwariskan Bung Karno, ia menekankan pentingnya kemandirian petani dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Megawati mengingatkan bahwa sejak tahun 2021, ia telah menginstruksikan kader partai untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan sebagai pendamping beras guna mengantisipasi krisis pangan.
Pangan Jadi Prioritas Utama Bangsa
Megawati kembali menegaskan bahwa kebutuhan pangan merupakan hal paling mendasar bagi rakyat. Ia mengutip pemikiran Bung Karno bahwa urusan perut rakyat harus menjadi prioritas utama untuk menjaga stabilitas negara.
Menurutnya, jika kebutuhan dasar tidak terpenuhi, maka potensi gejolak sosial akan semakin besar.
Acara Peresmian Berlangsung Khidmat
Peresmian renovasi Istana Gebang berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri ribuan kader serta simpatisan. Setelah acara utama, Megawati bersama keluarga dan jajaran partai berkeliling meninjau bagian dalam bangunan bersejarah tersebut.
Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan sejarah, tetapi juga ajang refleksi terhadap kondisi bangsa saat ini.
Pernyataan Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa hubungan personal dalam politik tidak selalu sejalan dengan perbedaan sikap dalam pemerintahan. Di sisi lain, sorotannya terhadap kenaikan harga dan kesejahteraan petani menjadi pengingat penting akan prioritas utama negara.
Ikuti terus perkembangan politik dan isu nasional terkini hanya di berita viral detik, sumber terpercaya untuk informasi yang tajam, lengkap, dan aktual.








