Korban Berinisial JV (9) Diseret Pelaku Pencurian Sejauh 100 Meter, Polisi Fokus Pulihkan Kondisi Mental Anak
Kasus pencurian yang menimpa seorang bocah perempuan berinisial JV (9) di Kota Medan menyita perhatian publik. Korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar itu mengalami trauma mendalam setelah terseret sepeda motor sejauh kurang lebih 100 meter saat berusaha mempertahankan telepon genggam miliknya dari seorang pelaku pencurian.
Menindaklanjuti dampak psikologis yang dialami korban, Polda Sumatera Utara (Sumut) memberikan pendampingan psikososial guna membantu proses pemulihan mental anak tersebut.
Kasubbag Psipol Bagpsi Ro SDM Polda Sumut, Kompol Zulhafni, mengatakan bahwa pendampingan ini difokuskan untuk mengatasi trauma dan mengembalikan rasa aman pada diri korban.
“Pendampingan psikososial ini bertujuan membantu proses pemulihan psikologis korban,” ujar Zulhafni.
Penguatan Mental untuk Korban dan Keluarga
Selain pendampingan psikologis langsung kepada korban, tim kepolisian juga memberikan penguatan mental kepada keluarga, agar lingkungan terdekat korban dapat menjadi ruang aman selama proses pemulihan.
“Kami memberikan penguatan mental, motivasi, serta rasa aman kepada anak dan keluarganya agar trauma tidak berlarut-larut dan korban dapat kembali beraktivitas secara normal,” lanjut Zulhafni.
“Tim memberikan dukungan emosional, edukasi sederhana, serta komunikasi empatik kepada korban dan keluarga guna menumbuhkan kembali rasa aman dan kepercayaan diri,” pungkasnya.
Kronologi Bocah Terseret Motor Saat Kejar Pelaku


Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (10/1) di Jalan AMD, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan. Berdasarkan keterangan ibu korban, Susana, kejadian bermula saat anaknya sedang berada di kamar mandi.
“Anak saya lagi di kamar mandi. Tiba-tiba pencuri masuk ke rumah dan mengambil handphone serta uang Rp 100 ribu,” kata Susana.
Pelaku yang masuk secara diam-diam kemudian mengambil barang berharga milik korban. Menyadari aksi pencurian tersebut, korban spontan mengejar pelaku dan meminta handphone serta uangnya dikembalikan.
“Dikejar sama anak saya pelaku tadi. Dia minta handphone dan uangnya dikembalikan,” ujar Susana.
Namun, pelaku justru melarikan diri menggunakan sepeda motor, sementara korban yang berusaha bertahan memegang kendaraan tersebut hingga akhirnya terseret sejauh sekitar 100 meter.
Korban Alami Luka Fisik dan Trauma
Akibat kejadian tersebut, bocah berusia 9 tahun itu mengalami luka pada bagian kaki serta trauma psikologis. Pihak keluarga telah melaporkan peristiwa itu ke Polsek terdekat dan berharap pelaku segera ditangkap serta diproses sesuai hukum.
Kasus bocah terseret motor di Medan ini menjadi sorotan luas dan memicu keprihatinan publik terhadap keamanan anak di lingkungan sekitar. Perkembangan kasus dan upaya pemulihan korban akan terus dipantau.
berita kriminal terkini, kisah kemanusiaan, dan peristiwa viral yang sedang ramai diperbincangkan, pastikan kamu terus membaca update selengkapnya hanya di Berita Viral Detik.








