Huma Betang Dibangun di Kalimantan Tengah, Ikon Baru Budaya Dayak
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi memulai pembangunan Huma Betang di Kota Palangka Raya. Proyek ini ditandai dengan pemancangan tiang pertama oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran.
Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga dan melestarikan budaya Dayak yang kaya akan nilai-nilai luhur.
Huma Betang: Lebih dari Sekadar Rumah Adat
Huma Betang bukan hanya bangunan tradisional biasa. Dalam filosofi masyarakat Dayak, rumah ini memiliki makna mendalam sebagai simbol kehidupan bersama.
Nilai-nilai yang terkandung dalam nya meliputi:
- Kebersamaan dalam kehidupan sosial
- Persatuan dalam keberagaman
- Gotong royong antar masyarakat
- Toleransi antar individu
Konsep ini menjadikan Huma Betang sebagai representasi identitas budaya yang kuat bagi masyarakat Kalimantan Tengah.
Lokasi Strategis di Jantung Palangka Raya
Bangunan ini akan berdiri di kawasan bekas Kantor Dinas Kehutanan Kalimantan Tengah.
Detail proyek:
- Luas lahan: 80 x 170 meter
- Kapasitas: lebih dari 10.000 orang
- Lokasi strategis di pusat kota
Dengan ukuran yang besar, dirancang menjadi pusat aktivitas budaya sekaligus destinasi wisata unggulan.
Fasilitas Modern dalam Balutan Tradisi
Meski mengusung konsep tradisional, akan dilengkapi berbagai fasilitas modern untuk menunjang fungsinya.
Beberapa fasilitas yang direncanakan:
- Museum budaya Dayak
- Galeri seni dan kerajinan
- Mess atau penginapan untuk tamu dan kontingen
- Area kegiatan budaya dan pertunjukan
Perpaduan antara tradisi dan modernitas ini diharapkan mampu menarik perhatian masyarakat luas, baik dari dalam maupun luar negeri.
Material Khas Kalimantan: Kayu Ulin
Sebagian besar struktur bangunan akan menggunakan kayu ulin, material khas Kalimantan yang terkenal akan kekuatannya.
Keunggulan kayu ulin:
- Tahan terhadap cuaca ekstrem
- Tidak mudah lapuk
- Tahan terhadap serangan rayap
- Memiliki nilai estetika tinggi
Penggunaan material ini sekaligus memperkuat identitas lokal dalam pembangunan Huma Betang.
Target Rampung Tahun 2027
Pembangunan direncanakan berlangsung secara bertahap dan ditargetkan selesai pada tahun 2027.
Proyek ini mengusung konsep rumah panggung, yang merupakan ciri khas arsitektur tradisional Kalimantan Tengah. Selain mencerminkan budaya, desain ini juga adaptif terhadap kondisi lingkungan setempat.
Harapan Menjadi Ikon Nasional dan Internasional
Gubernur Agustiar Sabran berharap proyek ini tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah, tetapi juga Indonesia secara keseluruhan.
Visi besar dari pembangunan ini:
- Menjadi pusat pelestarian budaya Dayak
- Mendorong sektor pariwisata daerah
- Menjadi ikon budaya Indonesia di kancah global
Dengan skala dan konsep yang diusung, Huma Betang berpotensi menjadi salah satu landmark budaya terbesar di Indonesia.
Pembangunan Huma Betang di Palangka Raya menjadi langkah penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkan nilai-nilai luhur masyarakat Dayak kepada dunia. Lebih dari sekadar bangunan, Huma Betang adalah simbol persatuan, identitas, dan semangat kebersamaan.
Ke depan, proyek ini diharapkan mampu menjadi pusat kebudayaan yang hidup dan berkembang, serta menarik minat generasi muda untuk terus melestarikan tradisi.
Ikuti terus perkembangan berita budaya dan informasi menarik lainnya hanya di berita viral detik.








