Dunia bisnis kuliner selebriti di Indonesia kembali mencuri perhatian publik. Kali ini datang dari Aldi Taher, sosok yang dikenal sering membuat konten unik di media sosial.
Melalui bisnis kulinernya yang bernama Aldi’s Burger, ia berhasil menciptakan fenomena viral yang tidak biasa. Berbeda dengan kebanyakan bisnis kuliner artis yang mengandalkan iklan besar, influencer, atau endorsement, Aldi justru memilih cara promosi yang jauh lebih sederhana namun sangat efektif: aktif berkomentar di media sosial.
Strategi tersebut ternyata mampu menarik perhatian warganet dan membuat brand burger miliknya cepat dikenal luas.
Resmikan ini Dibuka di Jakarta Pusat
Aldi’s Burger pertama kali resmi dibuka pada 23 Januari 2026.
Gerai burger ini berlokasi di Jalan Cempaka Putih Nomor 18, Jakarta Pusat, dan sejak awal sudah ramai dibicarakan di berbagai platform media sosial seperti Threads dan X (Twitter).
Menariknya, sejak awal pembukaan Aldi tidak menggunakan strategi marketing konvensional seperti iklan digital berbayar ataupun promosi melalui selebriti lain.
Ia justru menggunakan pendekatan yang terbilang unik dan tidak biasa di dunia pemasaran modern.
Promosi Unik: Nimbrung di Kolom Komentar
Strategi promosi yang digunakan Aldi Taher cukup sederhana namun kreatif.
Ia sering muncul di berbagai kolom komentar postingan viral, baik di Threads maupun X, dengan gaya promosi yang panjang, absurd, dan penuh permainan kata.
Alih-alih menuliskan promosi yang formal seperti brand besar pada umumnya, Aldi membuat kalimat promosi yang mencampurkan nama artis, judul lagu, hingga kata-kata acak yang terdengar unik.
Salah satu contoh komentar yang viral berbunyi:
“Aldi’s Burger Cempaka Putih rotinya lembut dagingnya Juicy Lucy Mahalini Rizky Febian bisa pesen online.”
Kalimat tersebut terdengar tidak biasa karena mencampurkan berbagai nama artis dalam satu kalimat promosi burger.
Namun justru keunikan itulah yang membuat komentar tersebut mudah diingat oleh warganet.
Promosi yang Menggabungkan Lirik Lagu
Tidak hanya menyebut nama artis, Aldi juga sering memasukkan lirik lagu populer dalam kalimat promosinya.
Salah satu contoh yang ramai dibicarakan publik adalah ketika ia memasukkan potongan lirik lagu Alamak milik Adrian Khalif dan Rizky Febian.
Dalam komentarnya ia menulis kalimat panjang yang memadukan lirik lagu dengan promosi burger miliknya.
Strategi ini membuat promosi Aldi terasa lebih spontan dan menghibur, sehingga banyak pengguna media sosial yang membagikan ulang komentar tersebut.
Nama Menu Burger yang Nyeleneh
Kreativitas Aldi Taher tidak hanya terlihat dari gaya promosinya.
Ia juga memberikan nama-nama unik untuk menu burgernya.
Salah satu yang cukup mencuri perhatian adalah menu bernama Lezza Lahapdian, yang merupakan permainan kata dari nama aktor terkenal Reza Rahadian.
Bagi sebagian orang, nama menu seperti ini terasa aneh dan tidak biasa.
Namun di dunia pemasaran digital, hal-hal unik seperti ini justru mampu menciptakan brand recall yang kuat di benak konsumen.
Banyak Artis Ikut Merespons
Menariknya, strategi promosi dengan menyebut nama artis ternyata memancing respons dari beberapa tokoh yang disebut dalam komentar Aldi.
Beberapa artis bahkan ikut menanggapi promosi tersebut dengan santai.
Musisi Rizky Febian terlihat memberikan respons positif di kolom komentar.
Sementara itu, gitaris band .Feast, Adnan, bahkan membuat versi komentar promosi yang menambahkan nama artis lain dan kemudian diunggah ulang oleh Aldi Taher.
Fenomena ini membuat promosi Aldi semakin viral karena semakin banyak orang yang ikut terlibat dalam percakapan tersebut.
Brand Besar Ikut Terseret dalam Promosi
Aksi promosi Aldi juga sempat menarik perhatian beberapa brand besar.
Dalam bio Instagram @aldis.burger, ia menuliskan bahwa lokasi gerainya berada di belakang Pizza Hut.
Hal tersebut justru memancing akun resmi Pizza Hut untuk ikut berkomentar dengan gaya promosi yang mirip dengan gaya Aldi.
Selain itu, Aldi juga beberapa kali menyebut nama brand lain seperti Burger Bangor dan Burger Blenger dalam kontennya.
Strategi ini secara tidak langsung menciptakan narasi persaingan yang jenaka sekaligus menarik perhatian publik.
Strategi Marketing Gerilya yang Efektif
Banyak pengamat media sosial menilai strategi yang digunakan Aldi Taher sebagai bentuk marketing gerilya digital.
Ia memanfaatkan algoritma media sosial dengan cara:
-
sering muncul di kolom komentar viral
-
menyebut nama artis populer
-
membuat kalimat promosi yang unik
-
memancing interaksi dari pengguna lain
Strategi tersebut membuat brand Aldi’s Burger terus muncul di berbagai percakapan online.
Kata-kata seperti Juicy Lucy yang sering ia ulang bahkan menjadi semacam “audio branding” yang mudah diingat oleh konsumen.
Penjualan Tembus Ratusan Burger per Hari
Keviralan di media sosial ternyata berdampak langsung pada penjualan.
Sejak awal pembukaan, gerai Aldi’s Burger sempat mengalami lonjakan pembeli hingga kehabisan stok lebih cepat dari jadwal operasional.
Dalam satu titik penjualan, jumlah burger yang terjual bahkan dilaporkan mencapai sekitar 600 burger per hari.
Harga menu yang ditawarkan juga relatif terjangkau.
Beberapa pilihan ukuran burger antara lain:
-
Brother – Rp24.000
-
Big Brother – Rp29.000
-
Gallagher – Rp65.000 (porsi untuk empat orang)
Nama menu Gallagher sendiri terinspirasi dari musisi favorit Aldi, Liam dan Noel Gallagher dari band Oasis.
Respons Mahalini dan Undangan ke Pestapora
Selain Rizky Febian, penyanyi Mahalini juga sempat merespons promosi Aldi.
Ia bahkan mengunggah ulang promosi tersebut di Instagram Story dengan komentar santai yang membuat warganet semakin terhibur.
Di sisi lain, kesuksesan viral ini juga menarik perhatian promotor musik Kiki Aulia Ucup, sosok di balik festival musik populer Pestapora.
Ia bahkan mengundang Aldi Taher untuk membuka booth kuliner di Pestapora 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 25–27 September.
Kisah sukses Aldi Taher melalui Aldi’s Burger menunjukkan bahwa kreativitas dalam memanfaatkan media sosial dapat menjadi alat pemasaran yang sangat kuat. Tanpa iklan mahal dan strategi pemasaran konvensional, ia mampu membuat bisnis kulinernya viral hanya dengan memanfaatkan kolom komentar dan interaksi digital.
Fenomena ini juga membuktikan bahwa di era media sosial, pendekatan yang unik, spontan, dan berbeda justru sering kali lebih efektif dibandingkan promosi yang terlalu formal.
Berbagai kisah menarik dari dunia bisnis, hiburan, hingga fenomena viral lainnya akan terus kami hadirkan secara lengkap dan mendalam melalui laporan terbaru dari berita viral detik.








