Beranda / Nasional / Kesaksian Penumpang KM Mutiara Sentosa: Tak Ada Alarm Saat Kebakaran, Rugi Ratusan Juta

Kesaksian Penumpang KM Mutiara Sentosa: Tak Ada Alarm Saat Kebakaran, Rugi Ratusan Juta

Kesaksian Mencekam Penumpang KM Mutiara Sentosa Saat Kebakaran di Laut Madura

Insiden kebakaran yang melanda KM Mutiara Sentosa di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura, meninggalkan kisah dramatis dari para penumpang yang selamat. Salah satunya adalah pasangan suami istri, Ari Hidayat dan Denik Rohana, yang mengungkap fakta mengejutkan: tidak ada alarm bahaya yang berbunyi saat api mulai melahap kapal.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu tersebut tidak hanya menimbulkan kepanikan massal, tetapi juga menimbulkan pertanyaan serius terkait standar keselamatan di atas kapal.


Tidak Ada Alarm, Hanya Teriakan Panik ABK

Menurut kesaksian Ari, tidak ada sistem peringatan dini berupa alarm yang menginformasikan adanya kebakaran. Satu-satunya tanda bahaya hanyalah teriakan dari anak buah kapal (ABK).

Para ABK berteriak “kebakaran, kebakaran” untuk memperingatkan ratusan penumpang yang berada di dalam kapal. Situasi ini membuat banyak penumpang panik karena informasi yang diterima tidak terstruktur dan minim arahan jelas.

Kondisi tersebut dinilai sangat berbahaya, mengingat alarm merupakan komponen penting dalam prosedur keselamatan transportasi laut.


Awal Mula Kebakaran dari Dek Kendaraan

Denik Rohana menjadi salah satu saksi awal munculnya kebakaran. Ia mengaku baru saja terbangun sekitar pukul 06.00 WIB ketika mulai melihat asap mengepul dari bagian bawah kapal.

Awalnya, ia mengira hanya asap biasa, namun dalam waktu singkat asap semakin tebal. Ia kemudian meminta suaminya untuk mengecek kondisi tersebut.

Setelah diperiksa, diketahui bahwa sumber api berasal dari sebuah truk yang berada di dek kendaraan. Hingga kini, belum diketahui secara pasti muatan truk tersebut.


Api Membesar, Penumpang Dipindahkan ke Haluan

This screen grab from a handout video taken and released on August 2, 2026, by Indonesia's National Search and Rescue Agency (Basarnas), shows the passenger ship Mutiara Sentosa 2 catching fire in the waters off Madura island, East Java. Five people

Seiring waktu, api semakin membesar dan mulai melahap bagian kapal lainnya. Suhu di dalam kapal meningkat drastis hingga terasa sangat panas.

Para penumpang kemudian diarahkan menuju dek haluan terbuka di bagian depan kapal. Area tersebut menjadi satu-satunya tempat yang dianggap lebih aman dari kobaran api.

Namun, kondisi di sana tetap mencekam:

  • Asap tebal mulai menyelimuti area
  • Suhu panas semakin menyengat
  • Kepanikan penumpang sulit dikendalikan

Detik-Detik Lompat ke Laut Demi Menyelamatkan Diri

Saat kondisi kapal semakin tidak terkendali, sekitar pukul 14.00 WIB, para penumpang akhirnya diminta untuk melompat ke laut demi menyelamatkan diri.

Ari dan Denik termasuk di antara mereka yang mengambil keputusan tersebut. Sebelum melompat, Ari sempat menghubungi keluarganya, namun ponselnya rusak setelah kejadian.

Melompat ke laut bukanlah pilihan mudah, tetapi menjadi satu-satunya harapan untuk bertahan hidup.


Terombang-Ambing di Laut Selama Satu Jam

Setelah berada di laut, Ari dan istrinya bersama penumpang lain harus bertahan di tengah ombak selama lebih dari satu jam.

Mereka:

  • Mengandalkan pelampung seadanya
  • Terombang-ambing mengikuti arus
  • Berusaha tetap tenang di tengah kepanikan

Beruntung, sebuah kapal tanker yang melintas melihat mereka dan segera melakukan evakuasi.


Evakuasi Dramatis dan Korban Jiwa

Proses evakuasi tidak berjalan mulus. Dalam kondisi lemah dan kelelahan, tidak semua penumpang mampu naik ke kapal penyelamat.

Ari menyaksikan langsung beberapa penumpang yang tidak berhasil bertahan. Hal ini menjadi salah satu momen paling memilukan dalam tragedi tersebut.


Kerugian Besar: Mobil dan 7 Ekor Kuda Hangus

Selain trauma, Ari juga harus menghadapi kerugian materi yang sangat besar. Ia kehilangan:

  • Satu unit mobil
  • Tujuh ekor kuda yang sedang dikirim ke Makassar

Kuda-kuda tersebut bukan miliknya pribadi, melainkan sudah dibeli oleh pihak lain dan hanya dalam proses pengiriman.

Total kerugian diperkirakan mencapai sekitar Rp300 juta.


Nasib Rekan Masih Belum Diketahui

Yang membuat situasi semakin berat, dua rekan Ari yang ikut dalam perjalanan tersebut hingga kini belum ditemukan.

Keduanya adalah kru yang membantu mengurus kuda selama perjalanan. Ari berharap ada kejelasan mengenai nasib mereka, apakah selamat atau menjadi korban dalam tragedi tersebut.


Harapan Ganti Rugi dan Evaluasi Keselamatan

Ari berharap pihak terkait dapat memberikan kompensasi atas kerugian yang dialaminya, mengingat seluruh muatan telah terdaftar secara resmi dalam manifest dan dokumen karantina.

Kasus ini juga memunculkan tuntutan agar:

  • Standar keselamatan kapal ditingkatkan
  • Sistem alarm dan evakuasi diperbaiki
  • Pengawasan transportasi laut diperketat

Tragedi ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan penumpang harus menjadi prioritas utama.


Kebakaran KM Mutiara Sentosa bukan hanya meninggalkan luka fisik dan kerugian materi, tetapi juga trauma mendalam bagi para korban selamat. Kesaksian Ari dan Denik membuka fakta penting yang perlu menjadi bahan evaluasi serius bagi pihak terkait.

Semoga tragedi ini menjadi pelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan, dan seluruh korban mendapatkan keadilan yang layak.

Ikuti terus perkembangan berita terkini, kisah nyata penuh pelajaran, dan informasi penting lainnya hanya di berita viral detik.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *